pegawai kelurahan
repot memang berhubungan dengan panjang tangan pemerintah yang satu ini…yup, kelurahan sebagai “ujung tombak” memulai urusan birokrasi benar-benar tau bahwa dirinya benar-benar penting. Alhasil dengan kebanggaannya itu segala sesuatu urusan sesuai dengan slogan yang ada di iklan rokok “Kalo bisa di buat susah kenapa dibuat gampang”. Nah di mulai dari presepsi yang sama dari masyarakat bahwa pengurusan masalah birokrasi yang dimulai dari kelurahan pasti pasti dapat dibilang “mengesalkan” hati. selalu ada saja yang kurang, selalu ada saja yang perlu dibayar, tentu saja dengan pengecualian praktek Nepotisme, saudaranya siapa, atau dia saudaranya pejabat ini.
saya juga paham, para pegawai di gaji kecil, jadi pekerjaan yang dilakukan mungkin harus disesuaikan dengan imbal yang diterima (hayo pemerintah gimana ini?)
Akibatnya?? jelas sekali masyarakat desa yang menjadi “konsumen” dari kelurahan cuma bisa bingung dan bingung. lah kalo semua ngurus pake duit yang enggak ada aturannya trus kami masyarakat bayarnya utang sama siapa??
KTP buatnya mahal pak sekarang, atau wah itu kalo enggak KTP sini enggak bisa diproses, atau maaf pak kita harus cek dulu di arsip kelurahan (yang dari jaman dulu bukunya enggak berubah) dan butuh beberapa hari (makanya harus terus ditanyakan).
saya bukan oposisi dari kelurahan lho, toh saya juga bagian secara tidak langsung dari birokrasi itu sendiri. yah jelas lah wong saya juga di biayai dari negara. Saya juga berfikir positif, para pegawai kelurahan mungkin memang harus benar-benar yakin bahwa surat yang mereka keluarkan itu benar-benar seperti kenyataannya, tidak dibuat-buat, oleh karena itu harus di proses dan dianalisai dengan baik.
saya juga berfikir, prinsip gampang jadi susah itu hanya di beberapa t4 saja, toh masih banyak para pegawai kelurahan yang dengan senyum manis dan tanpa embel-embel apapun ngurus semua administrasi yang jadi bagiannya.
Toh dengan kesemuanya itu saya juga salut dengan pegawai kelurahan yang mau enggak mau menampung keluh kesah dari masyarakat, ngurusin tetek bengek, dari pemerintahan ampe kalo ada tawuran antar kampung.
Yup…mudah-mudahan juga saya kalo besok-besok butuh sesuatu di kelurahan enggak diperlama prosesnya dan murah meriah..(he..he..)
bakar…!!! bakar saja kalo perlu…
dedi : ntar di kira PKI lagi…