Pak polisi koq gitu sih…
ini cerita pas kemaren, jalan-jalan cari oleh2 bakpia 25 di tempat buatnya. Kemaren siang-siang abis makan, karena ada titipan amanat untuk beli oleh-oleh buat orang Lampung, saya mampir ke t4 buat bakpia 25 di deket asrama polisi sana. Nah..pas mau pulang dari arah jalan masuk ada mobil kijang kotak dan terus muter di tempat muter mobil-mobil dan set…tuh mobil berhenti aja dengan cuek di t4 pas puteran. Sang tukang parkir yang berusaha biar parkirnya tertib deketin mobil kijang itu. pas mau deket pintu mobil kebuka dan keluarlah seorang polisi dengan nama XXX.
tukang parkir minta supaya mobil kijangnya Pak Polisi yang terhormat itu untuk diparkir di tempatnya karena itu tempat mobil-mobil berputar (jalannya sempit). Tapi dengan cueknya si Polisi tak menganggap tukang parkir dan terus aja dengan tampang enggak enak di liat nyelonong masuk tempat bakpia.
alhasil, mobil-mobil yang mau keluar harus mundur dulu baru bisa muter di t4 lain. Wah pak polisi ini gimana tho, mana “Pengabdian terbaiknya”? wong di minta parkir di tempat yang bener aja enggak mau.
tukang parkir dengan sedikit menggeleng akhirnya bilang sama saya ” maaf mas, dimaklumi aja”….dimaklumi??
siang hari yang mendung
its a joke
Masuk Akal Juga
Anda tahu kenapa Indonesia tidak menjadi negara maju?
Karena rakyat Indonesia sejak dini sudah didoktrin dengan lagu2 yang tidak bermutu & mengandung banyak kesalahan, mengajarkan kerancuan, dan menurunkan motivasi.
mari kita buktikan :
~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~
“Balonku ada 5… rupa-rupa
warnanya… merah, kuning, kelabu.. merah muda dan biru… meletus balon hijau, dorrrr!!!”
Perhatikan warna-warna kelima balon tsb, kenapa tiba2 muncul warna hijau?
Jadi jumlah balon sebenarnya ada 6, bukan 5 ! -:)
~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~
“Aku seorang kapiten… mempunyai pedang panjang…kalo berjalan prok..prok.. prok… aku seorang kapiten!”
Perhatikan di bait pertama dia cerita tentang pedangnya, tapi di baitkedua dia cerita tentang sepatunya (inkonsistensi)
Harusnya dia tetap konsisten, misal jika ingin cerita tentang sepatunya seharusnya dia bernyanyi : “mempunyai sepatu baja (bukan pedang panjang)..
kalo berjalan prok..prok.. prok..”
nah, itu baru klop! jika ingin cerita tentang pedangnya, harusnya dia
bernyanyi : “mempunyai pedang panjang… kalo berjalan ndul..gondal. ..gandul.. atau srek.. srek.. srek..” itu baru sesuai dgn kondisi pedang panjangnya!
~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~
“Bangun tidur ku terus mandi.. tidak lupa menggosok gigi..
habis mandi ku tolong ibu.. membersihkan tempat tidurku..”
Perhatikan setelah habis mandi langsung membersihkan tempat tidur.
Lagu ini membuat anak-anak tidak bisa terprogram secara baik dalam
menyelesaikan tugasnya dan selalu terburu-buru.
Sehabis mandi seharusnya si anak pakai baju dulu dan tidak langsung
membersihkan tempat tidur dalam kondisi basah dan telanjang!
~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~
Sontoloyo
Maaf sebelumnya, ini bukan berarti saya misuh (menyumpah jelek lho) tapi ini saya cuma meniru-niru ucapan pak kepalanya BIN bahwa ada menteri yang “SONTOLOYO”. kenapa gara-garanya? katanya sih di rapat ada menteri yang dukung kenaikan BBM, tapi pas di luar malah ikut-ikutan demo nolak BBM (Hayoo siapa tuh pak?).
Misuh kalo dijawa, macem-macem kata-katanya, yang pasti semua untuk menekankan sesuatu hal yang dirasa enggak sesuai. Temen-teman saya di kost-kost-an D10 di klebengan biasa menggunakan kata “BAJING***” kalo pas maen PS dah dipepan gawang enggak gol, temen kantor saya biasa bilang “BADUT” kalo pas ngetik laporan keliru, kalo di buku nya mangan ra mangan kumpulnya umar kayam ada ‘bahasa’ Mbelgedhes…
pikiran saya, gimana ya kalo suatu saat perbendaharaan kata-kata buat ‘misuh’ diganti, contohnya di ganti “gayung” atau “Kertas” atau mungkin kita misuh dengan kata “ayam” asyik kali ya…he..he..he..
saya yakin setiap daerah di Indonesia punya kata-kata “ajaib” yang artinya macem-macem..bukan bearti saya mengajak semua orang untuk misuh lho, misuh itu jelas bagi yang denger memanaskan kuping, wong menteri aja langsung mulai anget kupingnya di bilang sontoloyo…tapi kalo yang misuh supir bajaj, atau keneknya pasti enggak ada yang berani komentar…
Waduh aku lali sarapan je..Sialan..ups…sori..
sebuah gambaran demokrasi
kemarin di Jawa tengah telah dilakukan pemilihan langsung kepala daerah. 5 pasangan dari berbagai parpol berbeut kursi gubernur dan wakil. Ini adalah contoh sebuah demokrasi di Indonesia, masyarakat indonesia mulai belajar bagaimana berdemokrasi dengan cara memilih dengan banyak pilihan. Sekarang adalah bagaimana masyarakat Indonesia benar-benar memilih pemimpinnya yang baik? bukan hanya karena dia mempunyai banyak massa, ataupun karena iklan di TV, ataupun karena partai politik yang mengusungnya.
media-media untuk pembelajaran bagi pemilih telah mulai di fasilitasi oelh media. mulai dari pemaparan visi dan misi di Koran, debat terbuka di kampus, ataupun debat terbuka di televisi. efektifkah pembelajaran tersebut? jawablah sendiri, setidaknya masyarakat sedikit telah dibuka matanya (untuk yang membaca dan menonton tentu saja) . banyak daerah terbukti pemilihan langsung membuat rakyat terpecah belah, maluku utara, lampung, dan berbagai daerah lainnya menjadikan pemilihan langsung menjadi sebuah pisau bermata dua.
apakah rakyat kurang siap? silahkan berkomentar sendiri. Biaya pemilihan langsung kepala daerah telah menghabiskan banyak uang, bukan hanya dari pemerintah sendiri tetapi juga dari masing-masing calon, hal ini membuat “kekalahan” sulit untuk langsung diterima, baik karena memang ada permainan di balik “pemilihan tersebut” ataupun karena calon yang kalah telah mengeluarkan banyak uang untuk mengikuti pilkada.
kita tunggu saja pemilihan presiden besok, apakah masyarakat sudah belajar banyak?
Urip-artalyta-kemas
benar-benar aneh …..
Pada percakapan yang disadap KPK tanggal 27 Februari 2008, terungkap Urip menjelaskan kepada Ayin bahwa hasil penyeldikan BLBI tidak akan diketemukan perbuatan melawan hukum yang dilakukan Sjamsul Nursalim.
“Nanti gini lho bunyinya, setelah dilakukan penyelidikan selama ini, nanti tidak ditemukan melawan hukum. Bahwa ini sesuai peraturan ini itu, kemudian telah dihitung appraisal, dan itu benar semua,” ujar Urip.
Mendengar penjelasan Urip, Artalyta mengatakan dirinya sudah siap, “Saya tinggal tunggu waktu,” tegas Ayin. Mendapatkan jawaban Ayin, Urip meminta supaya ditambahkan bonus dari janji uang sebesar 660.000 dolar AS. “Sesuai yang aku bilang kemarin, bonusnya ya. Tambahin ya,” tegas Urip.
Namun Ayin mengatakan, bahwa 660.000 telah disetujui Istri Sjamsul Nursalim. “Aku dan commit dan itu telah disetuji Ibu (Itjhih Nursalim), jumlahnya sesuai yang diawal,” ujar Ayin. Namun Urip menimpali lagi, “Tambahin dikit ya,”.
ini yang satunya lagi
Inilah percakapan antara Kemas dengan Artalyta pada tanggal 1 Maret 2008 atau sehari sebelum Urip tertangkap.
Artalyta Suryani (AS): Halo….
Kemas Yahya Rahman (KYR): Halo
AS: Ya siap
KYR: Sudah dengar pernyataan saya? he-he-he..
AS: Its good, very good
KYR: Jadi tugas saya sudah selesai, he-he-he..
AS: Siap, tinggal…
KYR: Sudah jelas, itu gamblang, tidak ada permasalahan lagi.
AS: Bagus itu
KYR: Tapi saya dicaci maki, sudah baca (koran) Rakyat Merdeka nggak?
AS: Aah, Rakyat Merdeka mah nggak usah dibaca.
KYR: Bukan, saya mau dicopot, ha-ha-ha. Jadi gitu ya
AS: Sama ini Bang, Saya mau infokan.
KYR: Yang mana?
AS: Masalah si Joker
KYR: Oh nanti, nanti, nanti
AS: Oh ngak, itu kan saya perlu jelasin Bang,
KYR: Nanti, nanti, nanti, tenang aja
AS: Hari Selasa saya mau ke situ
KYR: Nggak usah, nggak usah. Itu gampang itu. Nanti..nanti. Saya sudah bicarakan dan sudah ada pesan dari sana. Kita…
AS: Iya, sudah
KYR: Sudah sampai itu
AS: Iya, tapi begini Bang.
KYR: Jadi gini..gini.. . Ini sudah terlanjur kita umumkan. Ada alasan lainnya jadi sudah ada dalam perencanaan
Berdasarkan rekaman hasil sadapan Komisi Pemberantasan Korupsi pada 2 Maret 2008 itu, Urip memberi isyarat kepada Artalyta (Ayin), konferensi pers telah dirancang menurut keinginannya. Inilah petikan rekaman pembicaraan yang banyak menggunakan bahasa Jawa itu:
“Beres. Sip! Tinggal dengerin press release,” ujar Urip dalam telepon.
“Bahasanya dah diatur?” tanya Ayin.
“Sip buanget pokoke. Sesuai dengan sip! Sip bianget pokoke. Enggak nyinggung macem-macem, sip biaaanget pokoke. Garuk-garuk tangan ya?” kata Urip lebih lanjut.
Kemudian Ayin bertanya lagi, “Apa? Garuk-garuk tangan?”
“Saya garuk-garuk tangan iki lho. Wiiiis sip tenan iki lho. Lha yo, saya garuk-garuk tangan. Ngerti to?” kata jaksa dari Bali itu.
“Ngertiiii….” jawab Ayin dengan nada yang terdengar sambil tersenyum.
Rancangan ini juga diketahui dari percakapan antara Artalyta dan Urip pada beberapa waktu sebelum konferensi pers Kejaksaan Agung:
“Beritanya aman. Tenang saja,” ujar Urip.
“Awas itu jangan keceplosan,” kata Ayin.
“Angkanya enggak disebut bos… Begini lho bos. Nanti begini lho bos, saya kan ikut ngomong. Berdasarkan penyelidikan itu kan memeriksa narasumber ini narasumber ini, berdasarkan itu tidak ditemukan bahwa ini sesuai dengan peraturan ini ini ini… dan itu benar semua,” tutur Urip.
ya itulah seperti acara di tv…hanya ada di indonesia…..
liat lengkapnya di kompas edisi 12 juni 2008
Kuliah yang mahal…
kasian..kasian…yang baru pada lulus sma, yang mau kuliah di PTN bener-bener harus siap finansial…sekarang kalo enggak ada uang ya berarti enggak kuliah…
enggak percaya??? coba deh tengok kampus di YK di U Ge eM, mau harus cepak2 uang buat pertamanya minimal 5-10 juta rupiah. ada tetangga yang keterima di teknik malah bingung, kenapa?? pas disuruh ngisi berapa sumbangan, sang bapak ngisi 5 juta..ampe rumah deg-degan kira-kira keterima enggak yah dengan sumbangan 5 juta..dengan sumbangan 5 juta aja harus ngerelain motor satu besok…piye ki?? nek ra kuliah piye maneh, wong bapake karepe tuh anak enggak jadi PNS golongan 2 A kayak bapaknya koq..
PAk SBY gimana ini, dulu pas belon BHMN, dimana negara sedikit lebih banyak punya niat untuk mencerdaskan anak bangsa, SPP masih atus-atusan belon juta-jutaan…dan bayarnya cuma spp itu tok sekali enggak ada yang laen, lah sekarang?? dikit-dikit bayar ..piye mau enak kuliah…
nek bapaknya teman saya bilang..ra pa-pa wis kalo emang tambah maju..ntar SK ama Taspen disekolahin ke bank buat kuliah, tapi kuliahnya ya harus bener…..
NB: Kalo besok anakku besar berapa ya biaya kuliah??
euro 08
di kampung saya lagi rame…bukan rame tawur atau ada pilkades, tapi rame karena pada demam EURO…kalo beberapa waktu yang lalu pas ada thomas dan uber cup, semua pada maen bulu tangkis, pada beli raket baru, urunan buat beli shuttle cock, bersihin lapangan bulu tangkis, tapi kalo sekarang…..semua lagi demam bal-balan…
tapi yang bikin saya aneh koq kalo euro enggak pada bersihin lapangan sepakbola, atau beli bola baru, atau sepatu baru yah??…yang banyak malahan urunan buat nobar (Nonton bareng) buat beli kopi dan snack, trus lagi tuh PS-an deket sekolahan tambah rame aja yang maen bola (WE atau PES). aneh…tapi ah biarlah..mungkin karena kalo bal-balan harus ngumpulin orang banyak buat maen satu lapangan yang gede itu..ya rada susah memang…
yang bikin saya kaget juga adalah hadiah buat yang menang…ampun dah..ampe trilyunan bo!!..coba kalo indonesia ada di benua eropa, trus bisa menang jadi juara euro..gimana coba tuh..APBN pasti tambah pendapatannya…eh, ngomong-ngomong piala asia koq enggak sebesar gemanya euro yah??
tapi kalo dipikir-pikir jangankan euro, atau piala asia, ngatur liganya aja enggak beres, trus ketuanya di penjara, ampe-ampe federasi bola asia dan FIFA mau ngasih skorsing!! (jadi enggak tuh ya?)…
biar lah indonesia emang gitu kali ya….pokoknya…hidup jerman!!!! (soalnya inggris enggak lolos..hiks..)
GOOOOOOLLLLLLL
oh iya kalo nonton bola enggak boleh misuh lho!
Debat Gubernur Jateng
semalem, di tv one ada debat gubernur jateng..5 kandidat calon gubernur dan wakil berdiri didepan 3 orang panelis, pengamat ekononomi, dan akademisi. dibelakang para panelis duduk dengan santainya para pendukung masing-masing calon dari partai yang mengusungnya. Kalo saya bilang acara kayak gini nih pas banget buat masyarakat tau kayak apa tuh calon pemimpinnya. Apa dia item…abu-abu…atau merah jambu..
Rata-rata para calon memang bekas/masih jadi birokrat, ada yang bupati kudus, bupati wonosobo, kebumen. selain itu juga dari militer enggak ketinggalan ngeramein.
Debat dimulai dengan mengutarakan visi dan misinya…bla..bla..bla..bla..para pasangan mulai kalo saya bilang lip service buat narik simpati.
Dari pertanyaan-pertanyaan yang diutarakan majelis, ada yang dijawab oleh para calon, yang boleh dibilang “enggak nyambung”. pertanyaan keutara, jawaban ke selatan. tapi yah biarlah, namanya juga politisi..harap maklum..
yang paling menarik adalah mengenai berapa sumbangan kampanye..yang paling rendah? beberapa ratus juta sekian. yag paling banyak…..3 Miliar!!!
salah satu calon bilang sumbangan akan dikembalikan, ada yang bilang itu sumbangan tanpa imbalan..emang iya pak?? bener enggak ada yang perlu dikembalikan?? koq banyak orang enggak percaya ya. 3 miliiar koq enggak ada apa-apa nya..
mau tau komentar mas dan bapak di rumah?
mas:tuh pasangan si A jawabannya ngawur banget, ketok bodohe…enggak cocok tuh jadi gubernur…bagus di calon Z, cerdas jawabannya, tidak teoritis…langsung tindakan…
bapak:ngapusi…..ra mungkin kuwi….masak gubernur gelem rekoso….
Yah itulah pendapat dan debat….:)
Si Tung bagi2 uang
di serang ada yang bagi-bagi uang….!!! kata mas yang lagi nonton TV. Bagi2 uang?? hari gini bagi2 uang? yang bener simulasi kali, kayak simulasi gempa yang cuma boong-boongan, buat ngadem-ngademin ati..
Langsung aja piring makan dibawa keruang TV, remote segera diselamatkan buat nunggu berita ada yang bagi-bagi uang…iklan satu..iklan dua..dan…bener juga tuh presenter bilang dengan jelas..”ADA YANG BAGI-BAGI UANG di LApangan!!!”..
siapa yah? jangan-jangan nyaingin pemerintah yang bagi-bagi BLT Tuh..soalnya Zaman sekarang gitu loh, siapa yang seperti robin hood bagi-bagi uang pake helikopter di lapangan?? oh iya dah disebut yah tadi, bagi-bagi uang pecahan 1.000, 10.000 itu dibagiin pake helikopter!! TOP BGT gitu loh!!
selidik punya selidik, ternyata yang bagi-bagi duit adalah si TUNG sang konsultan motivator, yang namanya dah tenar sampe negera tetangga, yang kalo mau ikut seminarnya mesti bayar juta-jutaan.
kalo mau ngeliat.
kasian banget tuh orang-orang, angin ke kiri bawa duit,ikut-ikut ke kiri, angin ke kanan bawa duit, ikut-ikut ke kanan..trus pak tung kalo emang mau bantuin masak caranya gitu sih..robin hood sih robin hood tapi ya enggak gitu-gitu amat ngapa..!
demo lagi..demo lagi…
Jam 01.00, pas si cantik Raizza pipis dan alhasil sampe tidur lagi minta ditemenin ayahnya sembari digendong. Sekalian ngayun-ngayun si kecil di depan TV, sekilas ada berita tentang demo BBM. demo lagi-demo lagi. di Jakarta, Ambon, Makasar, Medan dan beberapa tempat lainnya, yang intinya masih sama BATALKAN KENAIKAN BBM.
yang jadi perhatian sekarang adalah cara yang dilakukan. sepertinya sekarang jadi tren di kalangan pendemo moahasiswa bahwa demo harus blokade jalan, bakar ban, mobil plat merah dan mobil tangki pertamina di stop, ampe adu timpuk2an batu ama polisi mana yang paling jitu tembakannya..(Pyuh).
Pak polisi (yang biasanya yang muda-muda) yang ditugasin buat jaga juga dilema, disatu sisi kalo enggak aman di marahin komandan, disisi lain tuh timbukan batu kalo enggak dibales gimana.
yang pasti imbasnya buat mahasiswa dan pak polisi sama, SAMA_SAMA RUGI, kepala bedarah, badan pegel2, kalo ketangkep yang digebukin juga.
eh dasarnya kita punya ungkapan ‘anjing menggonggong kafilah berlalu”, pemerintah juga cuek aja didemo terus, malah mahasiswa ditawarin BLT khusu mahasiswa (tuooopp). aku malah ngiri, BLT buat PNS ada enggak ya? buat pak umar bakrie yang ngepit ke sekolahan tapi enggak dapet BLT di kampungnya…(miris memang)..
MAhasiswa dan pak polisi kalo pas lagi demo kalo bisa jangan kayak tawuran, demo ya demo, jaga ya jaga, atau demonya di t4 yang ennggak ada batunya aja (dilaut misalnya) kan enak…
wis lah Raizza dah bobok lagi, aku yo ngantuk….balik tidur besok nonton demo lagi di tv..