arghhh
argh…..argh…..argh…………hmmmm……arghghhhhh……..
senin awal kerja tahun 2009
pyuuuhhh…yup sebuah kata yang cukup cocok untuk menggambarkan bagaimana rasanya hari pertama kerja setelah libur puannnjangggg…….trus lagi ditambah harus berangkat jam 1/2 5 pagi…weleh..weleh…golek duit yo ngene iki resikone…tak tompo ae..semoga keputusan terbaik buat ku yang diatur oleh Allah SWT….amin…semoga semakin mendekatkan diriku pada Tuhan, dan Keluarga semakin sakinah mawadah dan warahmah…aminnnnn……
Siapkah Anda dengan harga BBM??
kemaren, di tv pak RI-2 bilang…
“Harga solar akan turun, dan kemungkinan juga harga bensin akan turun di bulan januari 2009. selain itu harga premium akan mengikuti harga pasar dunia, dan pemerintah tidak mensubsidi, hanya mensubsidi solar. Premium kan komersil, untuk mobil pribadi, kan enggak ada truk2 pengangkut yang pake solar…”
sambil makan bakso pak narto, saya mikir-mikir…kira-kira gimana Indonesia raya ini begitu harga premium disesuaikan dengan harga pasar. sekarang aja dengan harga 5.500 itu masih disubsidi oleh pemerintah, dengan perkiraan harga sekarang dimana minyak dunia katakanlah 60-70 dolar, harga premium indonesia 5.000-6.000 plus subsidi pemerintah, itu aja dah banyak orang pada bingung. Gimana kalo harganya ampe 100 dolar ke atas?? harga premium bisa 12.000-15.000 (mungkin)…sip tenan kan…yang saya khawatir lagi, semua menggunakan alasan harga bahan bakar untuk menaikkan harga, dan biasanya kalo dah naek, susah banget turunnya…(tulll enggak??)…Apalagi diperkirakan tahun 2009 akan ada beribu-ribu orang di PHK karena efek krisis keuangan dunia…pyuh…
terus terang saya bingung…Indonesia ini mau kemana ya? maju..mundur..apa keganjel di tengah-tengah??
Namanya juga rejeki..
seperti ustad bilang kalo pas di pengajian, bahwasanya rejeki/nikmat dari 4JJI itu akan datang dari manapun tanpa kita sangka-sangka, dan nikmat akan lebih terasa ketika sebelumnya kita tidak merasakan bahwa hal tersebut merupakan karunia yang luar biasa dari Sang Maha Kuasa.
Mau tau ceritanya? Hari kamis kemaren, sore sekitar jam 5, saya dengan istri mampir ke toko buah langganan di jakal, setalah istri pilih-pilih, saya koq tergerak hatinya buat ngeliat buah apa sih yang dibeli. turunlah saya dari kendaraan. seperti kebiasaan pada waktu di luar bulan rahmadhan, dengan seizin mbak penjual, karena melihat tuh buah kelengkeng berteriak-teriak manggil-manggil minta dicicip, saya dengan santainya memetik satu bauh kelengkeng. begitu di kupas kulitnya…hup…masuklah kelengkeng itu kedalam mulut. satu gigitan, dua gigitan…ah manisnya kerasa banget..begitu mau di telan…
“Eh..eh…mas, kan puasa..” IStri saya langsung ngingetin…dan alhasil, buah kelengkeng yang sudah hampir sedetik lagi masuk ke pencernaan saya, dibuang dengan sedikit tertahan….
nah pas buang itu, ternyata ada anak kecil yang lagi nemenin ibunya beli buah ngeliat saya sambil senyum-senyum…ya sudah saya balas saja senyumnya anak kecil itu, sambil bilang ke istri astagfirullah..hampir aja masuk..untung diingetin…
akhirnya tuh kelengkeng terbuang seluruhnya, kecuali tentu saja rasa manis yang sudah nempel di lidah..
kat ustad lagi kalo pas puasa kita lupa dan memakan sesuatu, maka itulah rejeki kita…maka setelah istigfar, dengan suara rendah saya berucap..alhamdulillah..enak yah makan kelengkeng pas puasa…he..he..
kemudian saya bilang sama istri, coba ngingetinnya pas kelengkengnya sudah masuk mulut, kan lebih muaantaaabbb lagi…he..he..he.. (dasar manusia).
memang nikmat itu terasa nikmat ketika benar-benar dibutuhkan…makan disaat lapar…sehat setelah sakit…tidur setelah mengantuk…nah yang jadi pertanyaan, apakah kita menyadari bahwa nikmat yang diberikan oleh Sang kuasa benar-benar berlimpah, dan kita menyadari akan hal itu, lalu bersyukur kepada-Nya? (kalo ini monggo di jawab sendiri-sendiri)
Niat Baik dengan cara baik
ternyata niat baik tidak selamanya menjadi baik jika cara melakukannya tidak di lakukan dengan baik. Contoh paling anget di Pasuruan kemarin, niat baik pak haji membagikan zakat kepada orang-orang ternyata dalam prakteknya malahan membawa sang pemberi zakat kepada status baru yaitu tersangka. Kenapa? Karena pada saat pembagian ternyata pada saat pembagian zakat terdapat 21 orang meninggal dunia (innalillah)…
sebenarnya saya senang masih ada orang yang bagi-bagi zakat dimasa sekarang ini, dimana semua susah. walaupun secara nilai beberapa orang bilang kecil, tetapi bagi mereka yang menunggu pemberian zakat, hal itu sangat membantu mereka. Antisipasi dari membludaknya peminat (seiring bertambahnya orang “mengaku” miskin), membuat pembagian zakat ini seperti konser musik di beberapa kota yang mengakibatkan orang-orang terhimpit dan meninggal.
sama halnya dengan remaja-remaja yang berusaha “memeriahkan ” ramadhan dengan petasan, yang boleh dibilang “agak menjengkelkan” karena dilakukan selepas tarawih, saat di mana anak-anak kecil sudah terbuai (seperti anakku), yang akibatnya bangunlah mereka dan seperti tak mau kalah dengan suara petasan, mereka pun berteriak (disertai air mata tentu saja)…(hehhh)…
ah sekali lagi memang niat baik memang tidak selalu hasilnya baik kalo caranya enggak baik…
acara favorit : Azan Magrib!!!
mau tau apa acara dengan rating tertinggi?? jawabannya azan Magrib!! yup sejak kemaren memang ini acara paling di tunggu-tunggu, dan saya yakin semua yang puasa juga nungguin azan magrib.
begitu bunyi…langsung dah nyeruput teh anget, makan kolak buah…trus legaaaaaa….betul enggak???
pegawai kelurahan
repot memang berhubungan dengan panjang tangan pemerintah yang satu ini…yup, kelurahan sebagai “ujung tombak” memulai urusan birokrasi benar-benar tau bahwa dirinya benar-benar penting. Alhasil dengan kebanggaannya itu segala sesuatu urusan sesuai dengan slogan yang ada di iklan rokok “Kalo bisa di buat susah kenapa dibuat gampang”. Nah di mulai dari presepsi yang sama dari masyarakat bahwa pengurusan masalah birokrasi yang dimulai dari kelurahan pasti pasti dapat dibilang “mengesalkan” hati. selalu ada saja yang kurang, selalu ada saja yang perlu dibayar, tentu saja dengan pengecualian praktek Nepotisme, saudaranya siapa, atau dia saudaranya pejabat ini.
saya juga paham, para pegawai di gaji kecil, jadi pekerjaan yang dilakukan mungkin harus disesuaikan dengan imbal yang diterima (hayo pemerintah gimana ini?)
Akibatnya?? jelas sekali masyarakat desa yang menjadi “konsumen” dari kelurahan cuma bisa bingung dan bingung. lah kalo semua ngurus pake duit yang enggak ada aturannya trus kami masyarakat bayarnya utang sama siapa??
KTP buatnya mahal pak sekarang, atau wah itu kalo enggak KTP sini enggak bisa diproses, atau maaf pak kita harus cek dulu di arsip kelurahan (yang dari jaman dulu bukunya enggak berubah) dan butuh beberapa hari (makanya harus terus ditanyakan).
saya bukan oposisi dari kelurahan lho, toh saya juga bagian secara tidak langsung dari birokrasi itu sendiri. yah jelas lah wong saya juga di biayai dari negara. Saya juga berfikir positif, para pegawai kelurahan mungkin memang harus benar-benar yakin bahwa surat yang mereka keluarkan itu benar-benar seperti kenyataannya, tidak dibuat-buat, oleh karena itu harus di proses dan dianalisai dengan baik.
saya juga berfikir, prinsip gampang jadi susah itu hanya di beberapa t4 saja, toh masih banyak para pegawai kelurahan yang dengan senyum manis dan tanpa embel-embel apapun ngurus semua administrasi yang jadi bagiannya.
Toh dengan kesemuanya itu saya juga salut dengan pegawai kelurahan yang mau enggak mau menampung keluh kesah dari masyarakat, ngurusin tetek bengek, dari pemerintahan ampe kalo ada tawuran antar kampung.
Yup…mudah-mudahan juga saya kalo besok-besok butuh sesuatu di kelurahan enggak diperlama prosesnya dan murah meriah..(he..he..)
aku kena tilang…..
pagi ini sekitar jam 6.30 pagi tepat di depan terminal jombor aku kena tilang!!
mau tau kenapa?? seperti biasa abis nganter istri yang sudah hampir 3 bulan ini jadi penglaju jogja-Magelang di daerah murangan (jl. Magelang) saya tancep gas. pikiran sih mumpung masih pagi saya bosa mampir sebentar di warung soto pak Sugeng deket kantor buat sarapan. di perempatan makam wahidin, pas lampu merah, di depan saya tuh ada truk gueedeee dengan mesin tuanya megap-megap mau ngelaju. Lampu hijau menyala, dengan sabar saya tunggu tuh truk ampe keadaan memungkinkan untuk nyalip.
Nah…begitu ada kesempatan, langsung dah tuh truk tak salip dengan keyakinan penuh…eee ternyata di depan terminal jombor, pak polisi dah nunggu nyuruh minggir, pas itu saya ya enggak tau kenapa disuruh minggir, ngelanggar lampu merah enggak, trus dengan mantapnya pak polisi bilang” maaf mas, mas ngelanggar marka jalan, garis yang enggak putus-putus enggak boleh dilanggar”.
ya sudah alhasil soto pak sugeng yang dari tadi dah di bayangin dah enggak sedap lagi, pak polisi bilang saya kena denda tilang 30 ribu. ya sudah lah, tuh uang 30 ribu saya relakan masuk ke Kas Negara sebagai PNBP (penerimaan negara bukan pajak)….mudah-mudahan masuk kas negara beneran…saya berpikir positif aja…
nyampe kantor karena gambaran soto pak sugeng dah pudar (huh), saya ganti dengan bubur ayam pak radi…
jogja
26-8-08
hidup itu…..
tiada kata yang bisa mellukiskan bagaimana uniknya tempat kita hidup sekarang ini. lupakan dulu soal alam, bumi dan pelajaran ilmu bumi lainnya. yang sedang ingin saya bicarakan adalah tentang hubungan manusia, ya..hubungan manusia, antar wanita, antar lelaki, antara wanita dan laki2, ibu dan anak, dan semua hal yang ada..yang katanya terhubung oleh suatu ikatan yang bernama CINTA dan KASIH SAYANG
bukan sok melankolis, ada sedang dimabuk oleh cinta, bukan pula ada setan/ malaikat yang masuk ke tubuh, tapi terilhami oleh sebuah cerita tentang negeri cinta dari seorang teman. tapi yah apapun alasannya cinta memang telah menginspirasi banyak orang, membahagiakan sekaligus mengharukan..bukan begitu kawan?
inilah hidup kita, dan inilah hidup kita, andai semua punya semangat seperti itu, hidup kita akan lebih menarik lagi, seperti orang bilang, cinta itu buta…
bukan apa-apa
seperti judulnya tulisan ini bukanlah apa-apa, cuma sekedar keisengan untuk menulis, atau boleh dibilang sarana untuk bertanya pada diri sendiri..”hey apa yang kau pikirkan dedi??”
beberapa hari kemarin pikiran atas dan bawah sadar saya terus berputar-putar. segala hal, ya kerjaan, teman, masa depan, keluarga, saudara dsb..dsb..
bukannya kemarin2 saya tidak berfikir hal2 tersebut lho, tapi beberpa hari kemarin itu lebih dari biasanya. sampai aku ingin meletakkan sejenak otak kiri dan kananku dalam beberapa jam..
banyak orang berkata kepada saya, “kamu terlalu cemas’” atau kamu terlalu khawatir”.
entahlah, mungkin kalo aku seorang wanita, pasti mereka akan bilang ..”oh itu sindrom datang bulan”…ha..ha..ha…