Niat Baik dengan cara baik
ternyata niat baik tidak selamanya menjadi baik jika cara melakukannya tidak di lakukan dengan baik. Contoh paling anget di Pasuruan kemarin, niat baik pak haji membagikan zakat kepada orang-orang ternyata dalam prakteknya malahan membawa sang pemberi zakat kepada status baru yaitu tersangka. Kenapa? Karena pada saat pembagian ternyata pada saat pembagian zakat terdapat 21 orang meninggal dunia (innalillah)…
sebenarnya saya senang masih ada orang yang bagi-bagi zakat dimasa sekarang ini, dimana semua susah. walaupun secara nilai beberapa orang bilang kecil, tetapi bagi mereka yang menunggu pemberian zakat, hal itu sangat membantu mereka. Antisipasi dari membludaknya peminat (seiring bertambahnya orang “mengaku” miskin), membuat pembagian zakat ini seperti konser musik di beberapa kota yang mengakibatkan orang-orang terhimpit dan meninggal.
sama halnya dengan remaja-remaja yang berusaha “memeriahkan ” ramadhan dengan petasan, yang boleh dibilang “agak menjengkelkan” karena dilakukan selepas tarawih, saat di mana anak-anak kecil sudah terbuai (seperti anakku), yang akibatnya bangunlah mereka dan seperti tak mau kalah dengan suara petasan, mereka pun berteriak (disertai air mata tentu saja)…(hehhh)…
ah sekali lagi memang niat baik memang tidak selalu hasilnya baik kalo caranya enggak baik…
acara favorit : Azan Magrib!!!
mau tau apa acara dengan rating tertinggi?? jawabannya azan Magrib!! yup sejak kemaren memang ini acara paling di tunggu-tunggu, dan saya yakin semua yang puasa juga nungguin azan magrib.
begitu bunyi…langsung dah nyeruput teh anget, makan kolak buah…trus legaaaaaa….betul enggak???
pegawai kelurahan
repot memang berhubungan dengan panjang tangan pemerintah yang satu ini…yup, kelurahan sebagai “ujung tombak” memulai urusan birokrasi benar-benar tau bahwa dirinya benar-benar penting. Alhasil dengan kebanggaannya itu segala sesuatu urusan sesuai dengan slogan yang ada di iklan rokok “Kalo bisa di buat susah kenapa dibuat gampang”. Nah di mulai dari presepsi yang sama dari masyarakat bahwa pengurusan masalah birokrasi yang dimulai dari kelurahan pasti pasti dapat dibilang “mengesalkan” hati. selalu ada saja yang kurang, selalu ada saja yang perlu dibayar, tentu saja dengan pengecualian praktek Nepotisme, saudaranya siapa, atau dia saudaranya pejabat ini.
saya juga paham, para pegawai di gaji kecil, jadi pekerjaan yang dilakukan mungkin harus disesuaikan dengan imbal yang diterima (hayo pemerintah gimana ini?)
Akibatnya?? jelas sekali masyarakat desa yang menjadi “konsumen” dari kelurahan cuma bisa bingung dan bingung. lah kalo semua ngurus pake duit yang enggak ada aturannya trus kami masyarakat bayarnya utang sama siapa??
KTP buatnya mahal pak sekarang, atau wah itu kalo enggak KTP sini enggak bisa diproses, atau maaf pak kita harus cek dulu di arsip kelurahan (yang dari jaman dulu bukunya enggak berubah) dan butuh beberapa hari (makanya harus terus ditanyakan).
saya bukan oposisi dari kelurahan lho, toh saya juga bagian secara tidak langsung dari birokrasi itu sendiri. yah jelas lah wong saya juga di biayai dari negara. Saya juga berfikir positif, para pegawai kelurahan mungkin memang harus benar-benar yakin bahwa surat yang mereka keluarkan itu benar-benar seperti kenyataannya, tidak dibuat-buat, oleh karena itu harus di proses dan dianalisai dengan baik.
saya juga berfikir, prinsip gampang jadi susah itu hanya di beberapa t4 saja, toh masih banyak para pegawai kelurahan yang dengan senyum manis dan tanpa embel-embel apapun ngurus semua administrasi yang jadi bagiannya.
Toh dengan kesemuanya itu saya juga salut dengan pegawai kelurahan yang mau enggak mau menampung keluh kesah dari masyarakat, ngurusin tetek bengek, dari pemerintahan ampe kalo ada tawuran antar kampung.
Yup…mudah-mudahan juga saya kalo besok-besok butuh sesuatu di kelurahan enggak diperlama prosesnya dan murah meriah..(he..he..)
aku kena tilang…..
pagi ini sekitar jam 6.30 pagi tepat di depan terminal jombor aku kena tilang!!
mau tau kenapa?? seperti biasa abis nganter istri yang sudah hampir 3 bulan ini jadi penglaju jogja-Magelang di daerah murangan (jl. Magelang) saya tancep gas. pikiran sih mumpung masih pagi saya bosa mampir sebentar di warung soto pak Sugeng deket kantor buat sarapan. di perempatan makam wahidin, pas lampu merah, di depan saya tuh ada truk gueedeee dengan mesin tuanya megap-megap mau ngelaju. Lampu hijau menyala, dengan sabar saya tunggu tuh truk ampe keadaan memungkinkan untuk nyalip.
Nah…begitu ada kesempatan, langsung dah tuh truk tak salip dengan keyakinan penuh…eee ternyata di depan terminal jombor, pak polisi dah nunggu nyuruh minggir, pas itu saya ya enggak tau kenapa disuruh minggir, ngelanggar lampu merah enggak, trus dengan mantapnya pak polisi bilang” maaf mas, mas ngelanggar marka jalan, garis yang enggak putus-putus enggak boleh dilanggar”.
ya sudah alhasil soto pak sugeng yang dari tadi dah di bayangin dah enggak sedap lagi, pak polisi bilang saya kena denda tilang 30 ribu. ya sudah lah, tuh uang 30 ribu saya relakan masuk ke Kas Negara sebagai PNBP (penerimaan negara bukan pajak)….mudah-mudahan masuk kas negara beneran…saya berpikir positif aja…
nyampe kantor karena gambaran soto pak sugeng dah pudar (huh), saya ganti dengan bubur ayam pak radi…
jogja
26-8-08
hidup itu…..
tiada kata yang bisa mellukiskan bagaimana uniknya tempat kita hidup sekarang ini. lupakan dulu soal alam, bumi dan pelajaran ilmu bumi lainnya. yang sedang ingin saya bicarakan adalah tentang hubungan manusia, ya..hubungan manusia, antar wanita, antar lelaki, antara wanita dan laki2, ibu dan anak, dan semua hal yang ada..yang katanya terhubung oleh suatu ikatan yang bernama CINTA dan KASIH SAYANG
bukan sok melankolis, ada sedang dimabuk oleh cinta, bukan pula ada setan/ malaikat yang masuk ke tubuh, tapi terilhami oleh sebuah cerita tentang negeri cinta dari seorang teman. tapi yah apapun alasannya cinta memang telah menginspirasi banyak orang, membahagiakan sekaligus mengharukan..bukan begitu kawan?
inilah hidup kita, dan inilah hidup kita, andai semua punya semangat seperti itu, hidup kita akan lebih menarik lagi, seperti orang bilang, cinta itu buta…
bukan apa-apa
seperti judulnya tulisan ini bukanlah apa-apa, cuma sekedar keisengan untuk menulis, atau boleh dibilang sarana untuk bertanya pada diri sendiri..”hey apa yang kau pikirkan dedi??”
beberapa hari kemarin pikiran atas dan bawah sadar saya terus berputar-putar. segala hal, ya kerjaan, teman, masa depan, keluarga, saudara dsb..dsb..
bukannya kemarin2 saya tidak berfikir hal2 tersebut lho, tapi beberpa hari kemarin itu lebih dari biasanya. sampai aku ingin meletakkan sejenak otak kiri dan kananku dalam beberapa jam..
banyak orang berkata kepada saya, “kamu terlalu cemas’” atau kamu terlalu khawatir”.
entahlah, mungkin kalo aku seorang wanita, pasti mereka akan bilang ..”oh itu sindrom datang bulan”…ha..ha..ha…
its a joke
Masuk Akal Juga
Anda tahu kenapa Indonesia tidak menjadi negara maju?
Karena rakyat Indonesia sejak dini sudah didoktrin dengan lagu2 yang tidak bermutu & mengandung banyak kesalahan, mengajarkan kerancuan, dan menurunkan motivasi.
mari kita buktikan :
~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~
“Balonku ada 5… rupa-rupa
warnanya… merah, kuning, kelabu.. merah muda dan biru… meletus balon hijau, dorrrr!!!”
Perhatikan warna-warna kelima balon tsb, kenapa tiba2 muncul warna hijau?
Jadi jumlah balon sebenarnya ada 6, bukan 5 ! -:)
~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~
“Aku seorang kapiten… mempunyai pedang panjang…kalo berjalan prok..prok.. prok… aku seorang kapiten!”
Perhatikan di bait pertama dia cerita tentang pedangnya, tapi di baitkedua dia cerita tentang sepatunya (inkonsistensi)
Harusnya dia tetap konsisten, misal jika ingin cerita tentang sepatunya seharusnya dia bernyanyi : “mempunyai sepatu baja (bukan pedang panjang)..
kalo berjalan prok..prok.. prok..”
nah, itu baru klop! jika ingin cerita tentang pedangnya, harusnya dia
bernyanyi : “mempunyai pedang panjang… kalo berjalan ndul..gondal. ..gandul.. atau srek.. srek.. srek..” itu baru sesuai dgn kondisi pedang panjangnya!
~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~
“Bangun tidur ku terus mandi.. tidak lupa menggosok gigi..
habis mandi ku tolong ibu.. membersihkan tempat tidurku..”
Perhatikan setelah habis mandi langsung membersihkan tempat tidur.
Lagu ini membuat anak-anak tidak bisa terprogram secara baik dalam
menyelesaikan tugasnya dan selalu terburu-buru.
Sehabis mandi seharusnya si anak pakai baju dulu dan tidak langsung
membersihkan tempat tidur dalam kondisi basah dan telanjang!
~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~
? pesimis atau optimis
rekan sesama gamer saya mau pindah tugas, dapet promosi jadi pejabat di daerah yang “agak” timur Indonesia, tepatnya PAPUA, yang satunya lagi di tugaskan ke manado. Duh..koq jauh-jauh ya..saya jadi penasaran kira-kira gimana rasanya (perasaannya) di pindahkan…
Kalo pak Haji bilang “anggap aja piknik”…
kemaren pas pengajian isra mi’raj, yang ceramah bilang…”dimanapun itu sama, sama-sama tanahnya Allah, di sana pun juga ada Allah”…
pyuhh…pak ustad, saya juga masih bingung nih, kemaren bu kepala bilang ada gerbong mutasi, yang kemungkinan besar pegawai di Jogja pada katut kena. Yang jadi masalah keluarga gimana nih? Si kecil besok siapa yang ngajarin berhitung, ngajarin baca…
nah lho, dari sekian banyak pegawai ternyata bukan saya saja yang mulai merancang bagaimana seandainya ikut gerbong mutasi, hampir semua bapak-bapak dan ibu-ibunya pada bingung.
bismillah..
Kisah klasik masa depan
pagi ini masuk ruang IT yang super duper dingin..(brrrr, sama seperti rumah ngemplak sana)..sambil lingak-linguk nungguin tuh TV yang buat telekonprens (he..he..), saya buka-buka email. dari milis teman-teman kantor ada sebuah berita yang menarik perhatian saya dengan title “PAMIT”.
siapa yang pamit om?
Ternyata teman saya dulu di Kantor Bantul sana, yang sama-sama juga masuk ke kantor sekarang, pindah ke kolam ikan baru lagi (itu istilah teman saya dulu pas mau pindah kerja). dulu dia bilang kalo ada kolam yang besar dan banyak ikan, kenapa kita enggak ke kolam itu aja…yup dan sekarang dia dah pindah (lagi) ke (kalo saya pinjam istilahnya) “kolam lain”.
terus kenapa om kalo dia pindah?
ya ndak pa-pa, saya cuma nebak-nebak, apa kira-kira motivasinya masih sama yah? Tapi kantor barunya emang TOP dah (gajinya sip!).
Terus hubungannya sama kisah klasik masa depan apa?
Oh itu, nah selain email tadi, ada lagi ternyata email dari Friendster (FS) ada msg masuk. Begitu saya liat, eh ada teman SMA saya dulu (nama nya MAYA) yang dulu pas saya di jakarta pernah ketemu di Gambir (masih inget enggak MAy?). Saya langsung inget dulu-dulu banget…..(cie)…dulu pas SMA, pas jaman dulu saya sendiri enggak tau besok mau jadi apa. sambil liat foto2 teman saya ini saya jadi senyum-senyum sendiri, kenapa? … ternyata kalo orang sudah dewasa (cie lagi..) mukanya berubah..entah berubah jelek apa cakep (biasanya sih jadi lebih baik). Trus ada lagi di FSnya maya, teman SMA saya juga namanya Ako. Nih orang sekarang kalo saya liat di fot ama pas lebaran 2 tahun lalu tambah tambun a.ka. gendut..(sori Ko)..Nah yang terakhir ada teman sma saya juga, namanya ludna, tapi biasa di panggil Othi, dulu perasaan kerjanya di danamon, bankir, koq sekarang dah ganti kantor lagi yah, sekarang malah kerja di tempatnya simon (kalo ini temen kuliah saya). .
ah..jadi kangen ama temen-temen semua…temen-temen SMA, temen-temen Kuliah…jadi pengen ketemuan sambil ngobrol-ngobrol enggak karuan…
melankolis nih ye..
bukan gitu, saya cuma pengen ngerefresh pikiran lagi aja setelah kerjaan banyak…toh temen-temen yang laen juga pasti begitu..
to all my friends…tetaplah bersilaturahmi, walupun cum,a lewat email dan SMS….
di ruang IT yang dingin
Berbicalah yang baik atau diam
semua orang pasti punya salah…
sebuah kalimat yang kadang-kadang menjadi pembenaran atas sebuah kesalahan yang telah kita buat. Betul lho…saya juga berfikir kayak gitu pas berbuat suatu kesalahan. dari mulai yang sederhana, salah ngprint laporan, beli barang kemahalan dsb..dsb..termasuk juga salah ngomong…
ketika saya mbaca sebuah artikel di website, saya jadi kelingan teringat kejadian beberapa hari yang lalu. Sebuah perkataan terlontar dari seorang teman sejawat yang saya sendiri tidak bisa menerka apakah itu guyon atau tidak. Terus terang awalnya saya jelas sedikit marah, boleh dibilang sedikit nyelekit memang.
sekarang saya berfikir, jangan-jangan saya juga pernah berkata sesuatu yang mungkin menyakitkan hati orang juga…toh saya bisa saja tidak tahu bahwa apa yang saya katakan atau yang saya tulis menyakitkan bagi orang lain juga.
sebuah ungkapan dari teman lama menjadi sebuah catatan buat saya,
“bicaralah yang baik atau diam“